Do You Know, Selasa, 10/07/2018 17:09 WIB

Hal Ini Bisa Jadi Indikator Kalau Kamu Siap Berkarier

Sudah cukupkah bekalmu untuk masuk dunia kerja? FYI nih, beberapa hal ini mungkin bisa jadi tanda kamu siap menjalani kariermu
Hal Ini Bisa Jadi Indikator Kalau Kamu Siap Berkarier
Siap menjalani hari untuk bekerja, tak hanya butuh modal ijazah saja. Sikap mau belajar, tahan banting, dan beberapa hal yang akan kami ulas di sini adalah beberapa tanda yang kalau kamu siap berkarier. 



Mempersiapkan diri untuk menapaki lembaran baru dalam lingkungan kerja butuh kesiapan fisik dan mental. Selain itu kamu juga harus pandai menilai, apakah kamu telah siap menjejakkan kaki ke level lebih tinggi dari bangku kuliah atau belum. 

Talent Development Manajer, Gita Aulia Nurani mengatakan untuk menapaki dunia kerja, seyogyanya kamu telah melakukan penilaian kepada diri, apakah sudah siap atau belum. Olehnya, setidaknya beberapa hal berikut bisa menjadi aspek apakah kamu siap berkarier atau belum. 

1. Psikologis 

Seseorang yang telah siap bekerja, biasanya telah muncul rasa tanggung jawab dalam diri untuk berpenghasilan. “Paling tidak itu indikator awal, karena ia sudah merasa mampu menerima tanggung jawab lebih, “ terang Gita. 

Selain itu, dia sudah merasa mampu untuk memenuhi tuntutan sosial. “Secara sadar,  sudah merasa di usia matang untuk kerja, biasanya di usia 20 tahun ke atas, " katanya. 

Muncul tanggung jawab ini erat kaitannya dengan kematangan emosi. “Kalau belum muncul, bisa jadi dia masih memiliki pola pikir remaja yang berharap bahwa masih bebas, dan masih bisa melakukan sesuatu yang dia mau, “ tuturnya. 

2. Kognitif 

Kalau dari aspek kognitif, seseorang bisa dikatakan siap kerja adalah ketika dia mampu menghadapi situasi yang berbeda dari keinginannya, menganalisis permasalahan, dan bisa menyelesaikan masalah tersebut. 

Kemampuan ini selanjutnya disebut kemampuan berpikir kritis dan menyelesaikan masalah atau critical thinking and problem solving skill. Penyelesaian masalah ini sering dijumpai dalam kehidupan sehari-hari, dengan membiasakan diri untuk menghadapi,  dan menyelesaikan masalah. 

“Misalnya kalau ada masalah dengan temen atau keluarga, kemudian kita mencoba untuk berpikir bagaimana cara terbaik dalam menyelesaikan masalah, di situlah  kemampuan berpikir kritis, dan menyelesaikan masalah akan terasah “ jelas Gita. 

Muncul Dari Hal Kecil di Kehidupan

Gita menegaskan bahwa kemampuan berpikir kritis, dan menyelesaikan masalah ini semestinya bisa kita latih dari hal-hal kecil. Karena saat nanti bekerja, akan dihadapkan pada situasi dimana kita berkonflik dengan diri sendiri, dan segala sesuatu tentang   pekerjaannya. 

“Misal merasa enggak cocok dengan pekerjaan berat, ya itu harus segera diselesaikan, kalau tidak dilatih sejak dini nanti akan sering molor-molor, konsekuensinya ga akan segera selesai problemnya, “ katanya.   

Melek Literasi Informasi 

Berpikir kritis sangat dipengaruhhi oleh kenampuan dalam menyerap informasi. Gita menambahkan, bahwa kita tidak akan memiliki kemampuan berpikir kritis kalau tidak menyerap informasi yang banyak atau melek literasi informasi. 

“Mau enggak mau, kalau pengin berpikir kritis, pengen punya banyak jalan untuk memecahkan masalah kita harus banyak memiliki info terkait apapun itu, “ tegasnya. Pahami secara detail minatmu, spesialisasimu ada dimana, penuhi dirimu dengan segala informasi dari berbagai sudut pandang. 

Gita menggaris bawahi bahwa critical thinking tak sama dengan tukang kritik (complainer), karena kalau tukang kritik fokus pada masalah. Tapi kalau berpikiran kritis pasti paham betul situasinya, dan tahu solusi yang akan dilakukan. 

“Namun ada juga orang yang berpikiran kritis namun dia belum mampu menyelesaikan masalah, bisa jadi arus informasi yang dia terima kurang, atau bisa jadi juga mindset-nya tertutup, “ ungkap. Biasanya orang-orang seperti inilah, menurut Gita yang fokus pada masalah, akhirnya ketika mendapat masukan dari orang lain, sulit membuka dan menerima saran jadi dia belum menjadi problem solver

Untuk membiasakan diri menjadi seseorang yang memiliki kemampuan berpikir kritis, dan menyelesaikan masalah, hindarilah menjadi complainer. Takutnya, kebiasaan ini akan terbawa saat kamu menjalani wawancara kerja. 

“Hati-hati dalam wawancara kerja, biasanya si pewawancara akan mengetahui apakah kamu memiliki kemampuan berpikir kritis, dan menyelesaikan masalah. Mereka akan  tidak akan puas dengan jawabanmu. Selalu punya banyak cara untuk bertanya, “ terang Gita

Untuk menggali kemampuanmu tentang hal ini biasanya pewawancara akan menanyakan tentang kehidupan organisasi yang telah diikuti, maupun pengalaman kerja sebelumnya. Pernahkan menghadapi konflik, dan bagaimana cara kamu menyelesaikannya. Hal terberat yang pernah dialami apa, kemudian langkah apa yang ia hadapi untuk menyelesaikan masalah tersebut. 

“Atau dikasih kasus, dan disuruh menyelesaikan. Dari situ si pewancara bisa menemukan jawaban dan menyimpulkan apakah kamu tipe orang yang cerdas atau tidak, “ jelasnya.

Kamu enggak mau kan saat wawancara dinilai sebagai pribadi yang kurang memiliki kemampuan berpikir kritis, dan menyelesaikan masalah? Jangan takut, bulan ini ECC akan membantumu dalam hal meningkatkan kemampuan berpikir kritis, dan menyelesaikan masalah dalam Career Skill – Problem Solving & Critical Thinking (CSPS) Training

Dalam training ini, peserta akan diajak untuk melatih kemampuan berpikir kritis dan langkah-langkah problem solving melalui berbagai kasus dan permainan bermakna oleh trainer yang ahli dalam hal rekrutmen. 

Setelah mengikuti sesi ini peserta dapat mengetahui bagaimana melatih diri untuk dapat berpikir kritis dalam menganalisa masalah, dan menggali berbagai alternatif pilihan yang dapat diambil untuk memecahkan masalah. Bagaimana? Menarik kan? Daftarkan dirimu di sini

Stop talking about your problem, and start thinking about the solution!



Penulis : Puspa Aqirul Mala 

Grafis : Tongki Ari Wibowo 


Tags : softskill training, event ECC UGM, training ecc ugm, bulan juli, berpikir kritis, problem solving, problem solver
Pergi Umroh, KD Terharu Raul Menangis Do You Know,
Jumat, 21/09/2018 10:28 WIB Dari Nol Sampai Jadi Iklan, Gimana sih Prosesnya?
Pergi Umroh, KD Terharu Raul Menangis Do You Know,
Jumat, 14/09/2018 08:00 WIB Kerja di Agensi Iklan: Dapat Benefit yang Cukup Bersaing!
Pergi Umroh, KD Terharu Raul Menangis Do You Know,
Kamis, 13/09/2018 00:00 WIB Ternyata Talent Seperti Ini Yang Diinginkan Bank Indonesia
Pergi Umroh, KD Terharu Raul Menangis Do You Know,
Selasa, 28/08/2018 10:00 WIB Parodi Kerjaan di Agency (Baca: Ahensi) yang Bisa Kamu Ketahui
Pergi Umroh, KD Terharu Raul Menangis Do You Know,
Selasa, 10/07/2018 17:09 WIB Hal Ini Bisa Jadi Indikator Kalau Kamu Siap Berkarier
Hal Ini Bisa Jadi Indikator Kalau Kamu Siap Berkarier | CAREERNEWS
1474882794_release_960_rev.png