Career Issue, Kamis, 05/07/2018 17:04 WIB

Kamu Produktif Apa Sibuk? Ketahui di Sini!

Merasa banyak menyelesaikan kerjaan, tapi kok merasa tidak ada progress yang signifikan ya?
Kamu Produktif Apa Sibuk? Ketahui di Sini!
Menjadi pribadi yang produktif dalam bekerja tentu sangat diidamkan setiap karyawan. Selain pekerjaan selesai dengan maksimal, kenaikan pangkat juga bisa menjadi bonus yang bisa didapatkan.



Tapi pernahkah kamu merasa telah menjadi si multitasker yang lebih giat bekerja dibanding rekanmu lainnya namun pekerjaanmu ternyata tidak lebih cepat selesai dibanding mereka? Atau kamu merasa waktu kerjamu di kantor selalu kurang sehingga harus sering lembur? Mungkin kamu termasuk mereka yang sibuk dan selalu mengiyakan pekerjaan. Kok bisa?

Kalau ditanya mau jadi Si Sibuk atau Si Produktif, pasti poin kedua yang akan dipilih. Tapi apa benar kamu sudah layak dapat gelar sebagai Si produktif? Menurut Gita Aulia Nurani, Talent Development Manager ECC UGM, ada beberapa poin yang membedakan sibuk dan produktif.

Pertama, Si Produktif paham mana pekerjaan yang harus diselesaikan dulu dan mana yang dikerjakan di akhir. Sebaliknya, Si Sibuk cenderung mengerjakan banyak hal dalam satu waktu atau sering disebut multitasking. Mereka yang produktif lebih mengutamakan kualitas pekerjaan dibanding kuantitas, demikian sebaliknya bagi mereka yang sibuk.

Kedua, Si Produktif pandai untuk membagi tugas dengan rekan atau bawahannya. Semua hal tidak dikerjakannya sendiri. Sedangkan Si Sibuk justru sibuk untuk mengerjakan pekerjaan-pekerjaannya sendirian dan tidak pandai dalam melakukan pembagian pekerjaan.

Ketiga, Si Produktif juga pandai dalam membagi waktu, mana waktu untuk bekerja dan mana waktu untuk diri sendiri. Sebaliknya, karena tidak pandai membagi waktu, Si Sibuk merasa 24 jam miliknya adalah waktu bekerjanya karena pekerjaannya dalam sehari tidak segera selesai. Hayoo, kamu masuk kategori apa?


Kenali dirimu

Kondisi yang banyak dialami adalah seseorang tidak sadar jika ia telah sibuk dan jauh dari produktif. Menurut pandangannya, ia telah bekerja dengan maksimal untuk perusahaannya. Tapi ketika dilihat dari kualitas pekerjaannya, ternyata dia memiliki nilai yang biasa saja. Karir juga gitu-gitu aja, pengalaman juga tidak bertambah, dan hubungan sosial di kantor juga terbatas.

Tidak mengherankan jika seseorang tidak menyadari bahwa dia telah hanyut menjadi 'Si Super Sibuk' di kantor. Menurut Gita, ada tiga hal yang bisa membuat seseorang tidak tahu dia telah jauh dari kata produktif. Pertama, karena dia merasa terbiasa dengan pekerjaan yang banyak. Dua, selalu mengiyakan tugas yang diserahkan padanya. Terakhir, dia tidak terbiasa membuat skala prioritas.

Kalau kamu bingung mengenali dirimu masuk kategori sibuk atau produktif, kamu bisa melakukan evaluasi kerja mingguan. “Dalam satu minggu berapa banyak tugas yang bisa diselesaikan, berapa lama waktu yang dibutuhkan, dan berapa banyak orang yang terlibat dalam penyelesaian tugas tersebut,” terang Gita.

Evaluasi lagi pekerjaanmu, apakah kamu merasa kesulitan menyelesaikannya? Merasa waktumu selalu kurang? Atau apakah kamu merasa terlalu banyak hal yang perlu kamu selesaikan? Jika mayoritas jawabanmu adalah YA, maka selamat kamu telah resmi dinobatkan sebagai Si Sibuk.


Kembali menjadi produktif dalam hidup

Menurut Gita, menjadi sibuk biasanya dialami oleh mereka yang sudah berada pada level senior staff atau supervisor. “Pada level ini, pekerjaan rutin sudah mulai bercampur dengan pekerjaan konsep. Pada posisi ini orang belum tentu kesulitan naik pangkat, tapi kesulitan melakukan manajemen waktu pasti iya,” jelasnya.

Selain berdampak pada manajemen waktu, kesibukan berlebihan juga berpengaruh pada kualitas sosialmu di kantor. “Hubungan dengan rekan kerja pun akan terpengaruh karena kesibukan berlebih membuat kualitas sosial tidak tercipta,” ujar Gita. Jika sudah terlanjur menjadi sibuk, kamu masih bisa berubah jadi produktif lho. Bagaimana caranya?

Pertama, mulailah membuat daftar pekerjaan dan skala prioritas. Setiap dapat delegasi tugas dari atasan, cobalah berpikir sejenak dan buat skala prioritas berdasar deadline. Kalau sudah tahu mana yang lebih penting, fokus untuk mengerjakan yang itu saja. Tahan diri untuk tidak berganti pekerjaan sebelum yang itu selesai. Beri batasan waktu untuk tiap pekerjaan. “Selama punya skala prioritas, maka tuntutan antara kualitas dan kuantitas bisa berjalan beriringan,” tutur Gita.

Kedua, mulailah memikirkan waktu untuk dirimu sendiri. Jangan menunda pekerjaan dan terbiasalah untuk tidak bekerja overtime. Kalau pekerjaanmu molor dan harus bekerja lembur, itu sama saja kamu tidak memberikan waktu untuk diri sendiri menikmati hidup.

Daftar di bawah ini mungkin bisa semakin meyakinkanmu mana kategori produktif dan mana kategori sibuk. Kamu lebih cenderung berada di kotak yang mana?



Si Produktif

Si Sibuk

Tahu skala prioritas pekerjaan

Cenderung menyelesaikan banyak pekerjaan dalam satu waktu

Bekerja dengan kualitas

Bekerja dengan kuantitas

Pandai membagi pekerjaan dengan tim

Semua pekerjaan diselesaikan sendiri

Good teamworker

Pekerja individualis

Bisa membagi waktu bekerja dan waktu pribadi

Waktu pribadi sering digunakan untuk bekerja

Memliki hubungan sosial baik

Kurang memiliki hubungan sosial yang akrab



Penulis   : Rita Pamilia

Editor     : Vinia R. Prima

Grafis     : Hero Oka



Tags : sibuk vs produktif, artikel careernews, artikel careernews, Career Days, karir,
Kamu Produktif Apa Sibuk? Ketahui di Sini! | CAREERNEWS
1474882794_release_960_rev.png